Tag Archives: obat yang dilarang untuk ibu menyusui

walatra Yang Aman dan Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

Daftar walatra yang Aman dan Tidak Aman untuk Ibu Menyusui

Merupakan suatu hal yang biasa bahwa ibu menyusui juga bisa mengalami sakit atau terkena penyakit. Umumnya suatu penyakit akan diatasi dengan obat, namun untuk ibu yang sedang menyusui harus sangat hati-hati karena ada obat yang aman dan tidak Aman untuknya. walatra yang aman berarti tidak menimbulkan efek samping dan bahaya bagi ibu itu sendiri juga kepada bayi yang disusui, termasuk tidak berdampak pada produksi ASI. Hal ini tentu sangat penting, karena kondisi ibu akan berpengaruh pada ASI dan ASI akan berpengaruh juga pada bayi yang di susui.

walatra Yang Aman dan Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

walatra yang memiliki sifat farmakologi yang tidak masuk ke dalam aliran darah atau hanya diserap sedikit seperti obat sukralfat dan antasida doen karena hanya memberikan efek lokal dan obat yang tidak dikeluarkan melalui ASI seperti insulin, heparin, dan Interferon karena memiliki ukuran partikel obat yang terlalu besar dapat dianggap sebagai obat yang aman.

Sejumlah obat-obatan tertentu menjadi tidak aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui karena dua alasan utama. Alasan yang pertama adalah karena obat-obatan tersebut dapat mengganggu dan mengurangi produksi ASI. Alasan yang kedua adalah karena obat tersebut dapat diekskresikan kedalam ASI sehingga dapat mempengaruhi bayi yang disusuinya, tentu saja yang dimaksud disini adalah dapat memberikan pengaruh yang tidak baik pada bayi. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pada artikel kali ini akan sampaikan beberapa daftar obat yang aman dan yang tidak aman atau yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui berdasarkan fungsi dan nama obatnya seperti yang dilansir dari Mediskus.

walatra Yang Aman dan Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

walatra yang Aman Untuk Ibu Menyusui

walatra-obatan berikut merupakan obat yang aman untuk ibu menyusui jika diminum sesuai dosis yang benar, yaitu :

  • walatra antipiretik atau obat penurun panas seperti asetaminofen atau Parasetamol
  • walatra analgesik atau obat penghilang nyeri seperti Ibuprofen, Asam Mefenamat,
  • walatra batuk seperti ambroxol, dextrometrorphan
  • walatra asma seperti teofilin salbutamol, prednison, prednisolon
  • walatra anti alergi seperti loratadin, fexofenadin, fluticason
  • walatra antibiotik seperti golongan penisilin seperti amoksisilin dan ampisillin, dan Golongan sefalosporin seperti cefadroxil, ceftriakson, cefotaxim
  • walatra anti jamur seperti clotrimazol, fluconazol, miconazol
  • walatra anti virus seperti asiclovir
  • walatra untuk lambung seperti antasida doen, ranitidin, sucralfat
  • walatra anti diare seperti loperamid
  • walatra anti hipertensi seperti captopril, nifedipin, metildopa, verapamil
  • walatra penyakit jantung seperti digoxin, propranolol, metoprolol, labetolol
  • walatra anti tuberculosis seperti isoniazid, rifampisin, pirazinamid, etambutol dan streptomycin
  • walatra anti tiroid seperti propythiourasil, Levotiroksin
  • walatra diabetes melitus seperti Insulin, glipizide
  • walatra kontrasepsi seperti progestin (mini pil).
  • walatra anti epilepsi seperti fenitoin, carbamazepin
  • walatra anti depresi seperti Sertralin
  • walatra anti pembekuan darah seperti heparin, warfarin
  • walatra anestesi lokal seperti bupivacain, lidokain

walatra yang Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

walatra – obatan berikut merupakan obat yang tidak aman untuk ibu menyusui, yaitu :

  • walatra analgesik atau penghilang nyeri seperti antalgin, asetosal atau aspirin
  • walatra anti alergi seperti Chlorfeniramin maleat, difenhidramin
  • walatra antibiotik seperti kloramfenikol, siprofloxacin, doksisiklin, metronidazol, tetrasiklin
  • walatra anti hipertensi seperti diuretik seperti furosemid, atenolol, Klonidin
  • walatra kemoterapi
  • walatra penenang atau obat tidur
  • walatra kontrasepsi yang mengandung estrogen

Prinsip dasar agar meminum obat dengan aman adalah meminum obat hanya apabila obat tersebut benar-benar diperlukan, hal ini juga berlaku untuk konsumsi suplemen makanan atau konsumsi jamu tradisional. Minum sesuai dengan yang dianjurkan atau direkomendasikan oleh dokter yang sebelumnya Anda telah menginformasikan bahwa anda sedang menyusui, agar dokter dapat memberikan resep obat yang tepat dan aman. Selalu perhatikan kondisi bayi selama ibu mengonsumsi obat tersebut, meskipun obat tersebut telah dinyatakan aman oleh dokter, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi perubahan respon tubuh. Apabila terdapat perubahan-perubahan atau reaksi yang aneh pada bayi harap segera menghentikan obat yang dikonsumsi tersebut dan segera memeriksakan bayi ke dokter.

Baca juga :

25 Okt 2016

Chat Via WhatsApp